BANDUNG | LINGKAR PENDIDIKAN.COM | Keberhasilan pendidikan inklusif di sekolah sangat bergantung pada kehadiran guru pendidikan khusus yang tangguh dan adaptif.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat saat menjadi narasumber International Webinar Collaboration Series (WCS-4C) “Peran Guru Pendidikan Khusus dalam Support System Pendidikan Inklusif” di Universitas Pendidikan Indonesia, Kota Bandung, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Dekan FIP UPI, Prof. Aan Komariah serta para akademisi, dosen, mahasiswa, pengawas, dan kepala sekolah.
Menurutnya, menjadi guru pendidikan khusus bukan sekadar mengajar, melainkan mengambil peran vital sebagai fondasi utama support system bagi anak berkebutuhan khusus agar dapat belajar bersama di sekolah inklusif.
“Pendidikan khusus bukan hanya membentuk seorang guru, tetapi juga membuka ruang untuk menjadi peneliti, ahli pendidikan hingga berkiprah di berbagai lembaga untuk mengawal inklusivitas,” ungkapnya.
Di hadapan para mahasiswa, ia juga mendorong untuk terus berinovasi, belajar, dan meningkatkan kapasitas diri. “Teruslah berinovasi, teruslah belajar. Sehingga, ketika teman-teman lulus dari program studi ini, bisa mengabdi kepada sekolah maupun lembaga,” pesannya. (*)
