JAWA BARAT | LINGKAR PENDIDIKAN.COM | Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat resmi menyosialisasikan terobosan baru berupa Program Jabar Sakola (PJS) sebagai upaya menekan angka putus sekolah akibat kendala biaya pendidikan.
Sosialisasi program tersebut digelar di Aula Dewi Sartika pada Kamis (1/10/2026) dan dihadiri oleh seluruh bidang serta cabang dinas pendidikan dari berbagai wilayah di Jawa Barat.
Program Jabar Sakola ditujukan khusus bagi siswa SMA, SMK, dan SLB dari keluarga rentan yang saat ini masih aktif bersekolah pada tahun ajaran berjalan. Bantuan tersebut dapat diterima siswa kelas X maupun siswa kelas atas.
Disdik Jabar menjelaskan, program ini dirancang agar bantuan pendidikan dapat diberikan secara tepat sasaran serta tidak tumpang tindih dengan bantuan pemerintah pusat seperti Program Indonesia Pintar (PIP) maupun Program Keluarga Harapan (PKH).
Dalam pelaksanaannya, Program Jabar Sakola dibagi menjadi empat skema manfaat.
Pertama, PJS Personal. Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan personal siswa, seperti seragam, buku, hingga biaya transportasi.
Kedua, PJS Operasional. Skema ini berupa bantuan keringanan SPP bagi siswa sekolah swasta serta pembebasan biaya bagi seluruh siswa SLB swasta.
Ketiga, PJS Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK). Bantuan berupa dana sumbangan pendidikan atau DSP serta subsidi SPP bulanan bagi siswa yang masuk melalui jalur SPMB.
Keempat, PJS Mitra Industri. Skema ini menyediakan beasiswa pendidikan penuh selama tiga tahun bagi siswa terpilih di kawasan industri MM2100 Bekasi.
Untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh siswa yang memenuhi kriteria, proses penyaluran juga akan melibatkan verifikasi langsung di lapangan.
Kepala Bidang PSMA Disdik Jabar, Ai Nurhasan, mendorong kepala cabang dinas (KCD) agar terlibat langsung dalam proses tersebut.
“Rekan-rekan dari 13 cabang dinas akan turun langsung memverifikasi data di lapangan. Ini untuk memastikan bantuan pendidikan disalurkan secara presisi kepada warga Jawa Barat yang benar-benar berhak menerimanya,” ujarnya.
Melalui Program Jabar Sakola, Disdik Jabar menargetkan persoalan biaya tidak lagi menjadi alasan bagi peserta didik untuk meninggalkan bangku sekolah.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan bagi siswa dari keluarga rentan di Jawa Barat.
“Tidak boleh ada lagi anak yang putus sekolah karena kendala biaya,” menjadi semangat yang diusung dalam pelaksanaan Program Jabar Sakola. (*)
