SUBANG | LINGKAR PENDIDIKAN.COM | Pembelajaran matematika di sekolah diharapkan tidak lagi identik dengan kesulitan dan kejenuhan. Metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) dinilai dapat menghadirkan pengalaman belajar matematika yang lebih menyenangkan bagi peserta didik.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menghadiri penutupan Pelatihan Guru Matematika Metode Gasing di SMKN 2 Subang, Kamis (1/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Dedi Mulyadi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto. Pelatihan yang berlangsung selama 15 hari itu diikuti oleh sebanyak 216 guru.
Menurut Dedi Mulyadi, pengembangan metodologi pembelajaran matematika perlu terus dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang mampu meningkatkan antusiasme siswa.
Ia menilai, respons dan semangat siswa selama mengikuti pembelajaran menjadi salah satu indikator penting dalam melihat efektivitas sebuah metode pembelajaran.
“Semua siswa happy, semua semangat belajar. Metodologi ini sangat baik,” ujar Dedi Mulyadi.
Ia menjelaskan, matematika merupakan mata pelajaran yang dipelajari siswa dalam rentang waktu cukup panjang, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Siswa mempelajari matematika selama enam tahun di sekolah dasar, tiga tahun di sekolah menengah pertama, dan tiga tahun di sekolah menengah atas. Menurutnya, penerapan metodologi pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih cepat.
“Kan anak belajar matematika SD enam tahun, SMP tiga tahun, SMA tiga tahun. Bisa jadi kalau metodologinya tepat, (hasilnya) bisa diserap dalam waktu singkat,” ungkapnya.
Karena itu, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya penguasaan metode Gasing oleh para guru di sekolah. Dengan penguasaan metode tersebut, pembelajaran matematika yang menyenangkan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
“Yang lebih bagus, guru-guru yang ada di sekolah menguasai metodologi ini sehingga belajar Gasing bisa jauh lebih lama,” pesannya. (*)
