KARAWANG | LINGKAR PENDIDIKAN.COM | LPK Saiko Mezasu Sejahtera secara rutin menggelar kegiatan senam pagi bagi para peserta sebagai bagian dari program pembinaan dan persiapan menghadapi program pemagangan maupun Ikusei Shuro (育成就労) ke Jepang.
Kegiatan senam pagi dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Jumat di lingkungan LPK Saiko Mezasu Sejahtera. Sementara itu, kegiatan olahraga bersama pada hari Minggu dilaksanakan di stadion, sehingga peserta memiliki kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik dengan ruang yang lebih luas sekaligus membangun kebersamaan.
Program kebugaran tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga kesehatan dan kesegaran jasmani peserta, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kesiapan fisik sebelum memasuki lingkungan kerja di Jepang.
Melalui kegiatan olahraga yang dilakukan secara bersama-sama, peserta mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan stamina, kelenturan tubuh, daya tahan fisik, serta menjaga kondisi tubuh agar tetap prima. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana membangun kekompakan, kedisiplinan, semangat, dan kebersamaan antarpeserta.
Pihak LPK Saiko Mezasu Sejahtera menyampaikan bahwa kesiapan peserta untuk mengikuti program ke Jepang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bahasa Jepang dan keterampilan kerja. Kondisi fisik dan mental juga menjadi bagian penting dalam proses persiapan.
“Persiapan menuju Jepang bukan hanya belajar bahasa dan keterampilan. Peserta juga harus memiliki tubuh yang sehat, mental yang kuat, disiplin, dan mampu bekerja sama dalam lingkungan kerja,” ujar pihak LPK Saiko Mezasu Sejahtera.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan Taiso (体操) atau senam yang menjadi salah satu bentuk aktivitas fisik yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan kerja di Jepang.
Pembiasaan olahraga secara rutin diharapkan dapat membantu peserta membangun pola hidup sehat sekaligus membentuk kesiapan menghadapi aktivitas kerja yang membutuhkan ketahanan dan kedisiplinan fisik.
LPK Saiko Mezasu Sejahtera mengintegrasikan kegiatan kebugaran tersebut ke dalam pola pembinaan yang mencakup tiga nilai utama, yaitu Skill, Moral, dan Semangat.
Dengan konsep tersebut, peserta tidak hanya dipersiapkan dari sisi kemampuan bahasa dan keterampilan kerja, tetapi juga diarahkan untuk memiliki kedisiplinan, ketahanan fisik, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan beradaptasi dengan budaya dan lingkungan kerja Jepang.
Kegiatan senam pagi ini menjadi salah satu bagian dari upaya LPK Saiko Mezasu Sejahtera dalam membangun kesiapan peserta sejak berada di Indonesia sebelum melangkah menuju kesempatan belajar, mengikuti program pemagangan, maupun bekerja di Jepang.
“Tubuh Sehat, Mental Kuat, Masa Depan Hebat.”
Dengan semangat 最高目指すセジャテラ(株) Saikō Mezasu Sejahtera — meraih yang terbaik — para peserta didorong untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri secara menyeluruh menuju masa depan yang lebih baik dan sejahtera.
Sementara itu, Sutrisno Suratman, S.S., S.H., M.H., selaku pengelola LPK Saiko Mezasu Sejahtera, menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan dan kebugaran peserta sejak proses persiapan di Indonesia.
Menurutnya, peserta yang telah menjalani Medical Check Up (MCU) diharapkan dapat mempertahankan kondisi kesehatan yang baik selama mengikuti proses pembelajaran dan pelatihan. Terlebih, program persiapan menuju Jepang membutuhkan konsentrasi, kedisiplinan, serta kemampuan mengikuti pembelajaran dengan intensitas yang cukup tinggi.
“Kandidat yang sudah menjalani MCU tentunya kami harapkan memiliki kondisi kesehatan yang baik dan dapat menjaganya selama mengikuti proses pembelajaran. Karena selama mengikuti pelatihan, peserta akan menghadapi pembelajaran dengan tingkat konsentrasi yang tinggi. Mereka harus tetap memiliki semangat, fokus, dan kondisi fisik yang prima,” ujar Sutrisno.
Ia menambahkan, olahraga menjadi salah satu upaya yang diterapkan LPK Saiko Mezasu Sejahtera untuk membantu peserta menjaga kebugaran tubuh secara rutin.
“Karena itu, olahraga pagi menjadi bagian dari pembiasaan peserta. Senam dilakukan setiap pagi, kemudian seminggu sekali peserta juga diarahkan melakukan aktivitas kebugaran seperti jogging, sit-up, dan push-up. Tujuannya bukan hanya untuk olahraga, tetapi membangun kebiasaan disiplin dalam menjaga kebugaran sebagai bekal sebelum berangkat ke Jepang,” katanya.
Menurut Sutrisno, kesiapan fisik perlu berjalan beriringan dengan kemampuan bahasa, keterampilan kerja, serta kesiapan mental. Dengan kondisi tubuh yang terjaga, peserta diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran dan pelatihan secara lebih optimal.
“Kami ingin peserta tidak hanya siap secara kemampuan, tetapi juga siap secara fisik, mental, dan kedisiplinan. Dari Indonesia mereka sudah dibiasakan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Harapannya, kebiasaan tersebut dapat terus dibawa ketika mereka mengikuti program di Jepang” (*)
