LINGKARPENDIDIKAN.COM – KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 1.009 sekolah terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Adapun data Kemendikdasmen per Minggu (30/11/2024), sekolah terdampak bencana di Aceh berjumlah 310, Sumatera Utara berjumlah 385, dan Sumatera Barat berjumlah 314.
Jika dirincikan, di Aceh ada 57 PAUD, 91 SD, 55 SMP, 65 SMA, 34 SMK, satu PKBM/SKB, dan 7 SLB yang terdampak bencana. Lalu untuk Sumatera Utara yaitu 76 PAUD, 199 SD, 92 SMP, 11 SMA, 6 SMK, dan 1 SLB yang terdampak, sementara Sumatera Barat ada 51 PAUD, 63 SD, 71 SMP, 20 SMA, satu SMK, dan delapan SLB.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, berupaya melakukan mitigasi dan pemetaan di wilayah yang terdampak banjir seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hal itu dilakukan Mu’ti untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar bagi para murid di daerah yang terdampak banjir bisa tetap dapat berjalan.
“Kami sudah melakukan mitigasi dan melakukan pemetaan, tidak hanya Aceh dan Sumatra Utara, tetapi juga di beberapa tempat di Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” kata Mu’ti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (1/11/2025).
Mu’ti menjelaskan, pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga sudah mendirikan tenda-tenda darurat di beberapa tempat yang terdampak banjie Selain itu, pihaknya juga mengalokasikan dana untuk tanggap darurat tahap pertama lebih dari Rp 4 miliar.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti mengatakan, pihaknya sedang melakukan pendataan barang-barang yang dibutuhkan sekolah terdampak “Kami menunggu info datanya, jika sudah, ada maka bisa kami proses pengirimannya. Kami juga terus berkoordinasi dengan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” ujar Suharti.
Dalam situasi darurat pemulihan, Kemendikdasmen menyediakan tenda ruang kelas darurat yang terdiri atas 126 unit Tenda Ruang Kelas Darurat. Kemudian paket perlengkapan belajar siswa atau school kit sebanyak 10.200 paket, uang/pendanaan berupa bantuan peningkatan mutu pembelajaran senilai Rp 25 juta/voucher, bantuan keuangan, dan Bantuan Operasional SPAB 20 Paket.
Selajutnya, dukungan psikososial yaitu 2 paket bantuan senilai Rp 50 juta per paket untuk mendukung layanan dukungan psikososial bagi warga sekolah di daerah terdampak. Lalu buku teks dan nonteks dengan rincian 20.000 eksemplar buku teks, 15.000 eksemplar buku non teks, dan 50.000 eksemplar buku teks dan non teks akan dilakukan pengadaan.
Program revitalisasi tahun 2026 yang diprioritaskan untuk daerah terdampak bencana. Selain itu, Kemendikdasmen juga sedang mendata kebutuhan tenda darurat dan school kit, pembuatan grup Whatsapp per provinsi dan melibatkan mitra.
Menyiapkan dukungan psikososial paket uang untuk satuan pendidikan yang membutuhkan, rencana penggalangan bantuan donasi uang dari personal melalui QRIS yang sedang diproses dan pembuatan rekening bantuan maupun donasi yang dikumpulkan di masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT).(Red)
