LINGKARPENDIDIKAN.COM – CIREBON, KOMPAS.com – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, memastikan akan terus memperbaiki proses berlangsungnya sekolah rakyat di Indonesia. Hingga hari ini, ada 70 sekolah rakyat yang beroperasi dan menaungi sebanyak 7.000 siswa-siswi. Proses pendidikan formal dan pendidikan karakter terus ditanamkan sebagai bekal bagi generasi mendatang. Pantauan Kompas.com di lokasi, kedatangan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, disambut oleh Kepala Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan beberapa unsur terkait.
Dia langsung meninjau proses pembelajaran sekolah rakyat yang terletak di gedung SMPN 18 Kota Cirebon, Kecamatan Lemahwungkuk, pada Rabu (13/8/2025) siang.
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini juga masuk ke ruangan tempat tinggal dan istirahat para siswa-siswi sekolah rakyat. Mensos memeriksa kasur dua lantai, kipas angin, serta lemari untuk menyimpan buku serta barang-barang milik pelajar. Usai pemeriksaan sarana dan prasarana, Menteri berkumpul dengan siswa, orang tua, dan tenaga pengajar Sekolah Rakyat. Sebagian besar para pelajar berasal dari keluarga kurang mampu.
Di hadapan Menteri Sosial, orang tua murid mengaku bersyukur lantaran memperoleh pendidikan serta tempat tinggal secara gratis. Mereka mengaku sangat terbantu untuk dapat menyekolahkan anak mereka. Entis, warga Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, mengaku sangat terbantu dengan program sekolah rakyat. Buruh harian lepas ini merelakan dan mendukung anaknya untuk sekolah di sekolah rakyat dan tinggal di asrama yang berada di satu lingkungan.
“Ikhlas ridho anak sekolah di sini karena terbantu. Anak saya bisa lanjut sekolah, semoga jadi anak hebat nanti, amin. Saya disabilitas mulai umur 2 tahun,” kata Entis di tengah pertemuan tersebut pada Rabu (13/8/2025) siang.(Red)
