LINGKARPENDIDIKAN.COM – KOMPAS.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mendorong sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) betul-betul menjadi rumah kedua bagi anak.
Hal tersebut disampaikan Wamen Fajar dalam kegiatan Kampanye Gerakan Anak Indonesia Hebat kolaborasi antara Direktorat PAUD Kemendikdasmen, Pemda Pangandaran, dan Bank Mandiri pada Kamis (11/09/2025). “Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan menggembirakan bagi anak-anak.
Para Guru PAUD harus dekat dengan anak, perlakukan semua anak dengan setara dan penuh kasih sayang,” kata Fajar dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (11/9/2025). Fajar juga menegaskan PAUD memiliki peranan yang sangat penting karena membantu anak mempersiapkan diri masuk ke jenjang sekolah dasar.
Anak lebih adaptis dan siap masuk SD Ia menuturkan, menurut beberapa riset proses pembelajaran menenangkan di PAUD akan membuat anak lebih adaptif dan lebih siap untuk masuk SD.
“Beberapa riset menyebut, proses transisi yang menyenangkan di PAUD membantu anak lebih adaptif dan siap secara emosial masuk ke jenjang pendidikan SD” ucap Fajar.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, anak yang belajar di jenjang PAUD lebih memiliki keberlanjutan pembelajaran atau learning sustainability dibanding yang tidak.
Oleh karena itu, kata Mu’ti, pemerintah mulai akan menerapkan program wajib belajar 13 tahun dimulai sejak PAUD.
“Bahwa mereka yang punya pengalaman pendidikan di tingkat PAUD itu, memiliki learning sustainability yang lebih baik dibanding mereka yang tidak punya pengalaman di pendidikan TK,” kata Mu’ti di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Minggu (27/7/2025).
Pada pembelajaran di TK, kata Mu’ti, anak-anak akan diajarkan cara bermain, bernyanyi, bergembira serta dikenalkam dengan dasar-dasar Science, Technology, Engineering, dan Math (STEM).
Belajar science yang murah Dasar-dasar yang akan diajarkan juga akan tetap menggunakan teknik bermain yang menyenangkan bagi anak-anak. “Tentu semuanya dengan permainan, dengan bermain, karena hakikat dari belajar di TK adalah bermain,” ujarnya.
“Kita sekarang sedang bergerakan namanya Science yang murah, mudah, dan menyenangkan. Ini yang coba kita bangun sehingga karena itu, kalau ini sudah terjadi, mudah-mudahan kita bisa punya generasi emas Indonesia 2045,” lanjut dia.
(Red)
