LINGKARPENDIDIKAN.COM – KOMPAS.com – Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa ia sedang merencanakan agar Sekolah Rakyat bisa diikuti oleh anak-anak dari keluarga desil 3 sampai 5 juga. “Saya sedang juga merencanakan untuk desil 2, 3, 4, dan 5,” ungkap Prabowo saat mengunjungi SRMA 10 Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025), dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Saat ini Sekolah Rakyat masih diperuntukkan bagi penduduk desil 1 (10 persen keluarga termiskin) dan kemudian desil 2 (11-20 persen keluarga termiskin) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Anak-anak putus sekolah bisa kembali ke bangku pendidikan “Ini sedang kita rencanakan supaya semua anak-anak kita harus mengalami pendidikan dengan fasilitas yang bagus. Kita tidak boleh ketinggalan dengan bangsa lain,” ucapnya.
Ia mengucap syukur dengan adanya Sekolah Rakyat maka anak-anak yang putus sekolah bisa kembali ke bangku pendidikan. ”Reshuffle” “Anak-anak yang mungkin tadinya merasa rendah diri karena orangtuanya sangat susah hidupnya, kita tarik keluar, kita beri lingkungan yang sebaik-baiknya.
Supaya dia percaya diri dan dia dapat pendidikan yang terbaik yang bisa kita berikan,” jelas Presiden. Per 11 September Prabowo mengatakan sudah ada 100 Sekolah Rakyat yang beroperasi. Akhir September nanti, kata Prabowo, jumlahnya akan bertambah menjadi 165 Sekolah Rakyat.
Ia sendiri mengaku tak menyangka pendirian Sekolah Rakyat bisa berjalan secepat ini.
(Red)
