LINGKARPENDIDIKAN.COM – KOMPAS.com – Orang nomor 1 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono baru-baru ini menarik perhatian netizen. Bukan karena membuat kebijakan aneh, tetapi karena mobilnya yang sedang melintas di jalanan dan mengantre justru disalip oleh rombongan mobil yang dipimpin oleh patwal “tot-tot wuk-wuk”. Video rekaman kejadian menjadi perbincangan masyarakat luas di media sosial.
Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Madya (Koordinator Humas) IKP Dinas Kominfo DIY, Ditya Nanaryo Aji angkat bicara. Ditya mengatakan Sultan kala itu, Sultan sedang menggunakan kendaraan pribadi mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau beberapa tempat.
Di antaranya di Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul pada hari Rabu (8/10) dan Jembatan Pandansimo, Kabupaten Bantul hari Jumat (10/10/2025). “Selama ini Beliau memang jarang menggunakan fasilitas pengawalan, baik saat bertugas menuju ke kantor, ataupun saat berkunjung di lapangan,” kata Ditya, sebagaimana diberitakan Kompas.com.
Kata Ditya, kemungkinan mobil yang mendahului mobil Gubernur DI Yogyakarta tersebut adalah rombongan kementerian, tetapi ia meminta agar mengonfirmasi lebih lanjut. Stafsus AHY, Herzaky Mahendra Putra, membantah rombongan yang menyalip mobil Sultan adalah rombongan Menko AHY.
“Pak Menko AHY sudah meninggalkan tempat sekitar 30 menit lebih awal mendahului Sri Sultan. Jadi, tidak mungkin Pak Menko AHY malah tertinggal dan harus mendahului Sri Sultan di lampu merah seperti terlihat di video,” ujar Herzaky dalam keterangan tertulis, Minggu (12/10/2025).
Sebelum kejadian ini Sultan berusia 79 tahun ini juga dikagumi netizen saat menanggapi dan memberi saran perihal kasus keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis). Terkenal berwibawa, seperti apa riwayat pendidikan Sultan Hamengku Buwono X? SD sampai SMA Sultan bernama asli Bendara Raden Mas Herdjuno Darpito.
Lahir pada tanggal 2 April 1946. Ibunya bernama KRAy. Windyaningrum. Dikutip dari situs Pemda DI Yogyakarta, masa SD Sultan dihabiskan di SD Keputran I, Yogyakarta hingga tahun 1960. Kemudian ia masuk ke SLTP Negeri 3 Yogyakarta dan tamat dari SLTA Negeri 6 Yogyakarta tahun 1965.
17 tahun jadi mahasiswa Sesudah itu ia langsung kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Fakultas Hukum Jurusan Ketatanegaraan.
(Red)
