LINGKARPENDIDIKAN.COM – KOMPAS.com – Siswa kelas 12 SMA, SMK, dan MA akan menjalani Ujian Nasional (UN) Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada November 2025 mendatang. TKA adalah ujian yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk memberikan siswa nilai individu bertujuan untuk menilai capaian akademik siswa.
Bagi siswa SMA sederajat, nilai TKA bisa digunakan untuk berbagai macam manfaat termasuk salah satunya untuk menjadi pertimbangan ketika ingin masuk ke perguruan tinggi.
Kerangka Asesmen TKA untuk SMA, SMK, MA dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Selasa (19/8/2025).
Siswa yang ikut TKA akan diuji dengan materi Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan dua mata pelajaran pilihan.
Pada materi pelajaran Bahasa Inggris, siswa akan diuji menggunakan teks yang menjadi irisan antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. TKA bahasa Inggris tingkat lanjut, siswa akan diuji menggunakan teks exposition dan teks discussion.
Kemudian dari segi konteks komunikasi, TKA Bahasa Inggris tingkat lanjut konteks sehari-hari, vokasi, dan akademik. Dari segi topik, TKA Bahasa Inggris tingkat lanjut menggunakan teks tentang teknologi dan isu-isu faktual.
Sementara dari segi tingkat kompleksitas teks, TKA bahasa Inggris tingkat lanjut juga memperhatikan irisan antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.
Kedua kurikulum menargetkan level kemahiran upper-intermediate atau B2 pada Common European Framework of Reference for Languages (CEFR).
Karena itu TKA menggunakan teks tingkat B2 yang memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Panjang sekitar 300–400 kata
2. Menggunakan kosakata berfrekuensi tinggi (hingga 4000 kata)
3. Menggunakan struktur kalimat kompleks, dan
4. Menggunakan konteks vokasional dan akademik yang berkaitan dengan minat, pengalaman, dan kebutuhan informasi umum maupun spesifik dengan tingkat pemahaman yang baik.
5. Mengingat bahwa kemampuan bahasa Inggris sebagian murid berada di bawah tingkat B2, TKA Bahasa Inggris Tingkat Lanjut juga menggunakan teks pada tingkat B1 yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
Panjang sekitar 250–350 kata Menggunakan kosakata berfrekuensi tinggi (hingga 3000 kata) Menggunakan struktur kalimat sederhana serta kompleks, dan Menggunakan konteks vokasional dan akademik dasar yang berkaitan dengan minat, pengalaman, dan kebutuhan informasi umum dengan tingkat pemahaman yang baik.
Selain itu, TKA bahasa Inggris Tingkat Lanjut mencakup tiga level kompetensi dalam keterampilan membaca, yaitu pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi. Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via.(Red)
