LINGKARPENDIDIKAN.COM – KOMPAS.com – Sama-sama salah satu dari lima negara dengan populasi terpadat di dunia, India telah lebih dulu melaksanakan program “Makan Bergizi Gratis atau MBG” sejak 1995 silam. Nama program tersebut di India disebut Mid-Day Meal Scheme. Selama 30 tahun bergulir bukan tanpa tantangan bagi India. Hingga September 2025 pun masih ada guru-guru yang menuntut perbaikan kualitas makanan untuk para murid.
Perjalanan singkat program Mid-Day Meal Scheme di India Awalnya pada 1995 program Mid-Day Meal Scheme dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan gizi di kalangan anak-anak sekolah dasar supaya lebih banyak yang mendaftar sekolah, hadir, dan belajar di pendidikan formal.
Lalu tahun 2001 berubah menjadi makan siang siap saji, yang mana setiap anak di setiap sekolah dasar negeri dan yang disubsidi pemerintah akan mendapatkannya.
Skema ini diperluas pada tahun 2002 untuk mencakup anak-anak selain di sekolah negeri. Seiring berjalan waktu, skema mencakup anak-anak kelas atas sekolah dasar (yaitu kelas VI hingga VIII) yang bersekolah di 3.479 Blok Tertinggal Pendidikan. Nama program berganti menjadi National Programme of Mid Day Meal in Schools. Aturan gizi yang ditetapkan sebesar 700 kalori dan 20 gram protein.
Terakhir, tahun 2021 program ini berubah nama menjadi PM Poshan Scheme dan anak-anak prasekolah juga akan merasakan makanan gratis. India berada di peringkat 101 dari 116 negara dalam Indeks Kelaparan Global 2021. Jauh di bawah negara tetangganya yakni Bangladesh, Nepal, dan Pakistan.
Guru di India tuntut penambahan dana untuk program itu Pandemi Covid-19 tentunya membuat program ini terhenti. PM Poshan baru dimulai lagi pada 2022 setelah rehat selama dua tahun.
Namun, memulai kembali program ini menjadi tantangan bagi banyak sekolah. Sebab, jutaan anak yang mengandalkan makanan gratis menjadi kelaparan selama pandemi dan mereka kesulitan berkonsentrasi di kelas kala kembali masuk sekolah. Kini, inefisiensi dana progam makan gratis ini masih terjadi di seluruh negeri India.
Pada awal 2025, pemerintah negara bagian Maharashtra mempertimbangkan untuk menghapus telur dari menu makan siang dengan alasan keterbatasan dana. Akhirnya, setelah menuai kritik luas, pemerintah membatalkan rencana tersebut dan menggandakan anggaran. Diberitakan per 23 September lalu guru-guru sekolah negeri di negara bagian Rajasthan menuntut penambahan dana
Adapun sekolah sekarang diwajibkan menyediakan roti, dal, dan sabji empat hari dalam seminggu. Sementara menu hari Kamis harus berupa khichdi yang terbuat dari kacang-kacangan, dan sayuran. Sedangkan buah wajib disajikan seminggu sekali.
(Red)
