LINGKARPENDIDIKAN.COM – KOMPAS.com – Pemerintah Australia mengumumkan penambahan kuota penerimaan mahasiswa internasional menjadi 295.000 pada 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 67 persen dialokasikan untuk universitas, sedangkan 33 persen untuk sektor vokasi dan pelatihan. Australia memang sudah menjadi salah satu tujuan studi populer bagi mahasiswa Indonesia. Tercatat, pada tahun 2025 jumlah mahasiswa Indonesia di Australia mencapai 24.000 orang.
“Indonesia dan Australia memiliki kemitraan jangka panjang di bidang pendidikan, dan kami menantikan lebih banyak warga Indonesia belajar di Australia. Mahasiswa Indonesia menambah nilai bagi kampus-kampus kami sekaligus memperkuat hubungan kedua negara,” ujar Duta Besar Australia Rod Brazier, dikutip dari laman Kedutaan, Senin (25/8/2025).
Sejalan dengan itu, universitas diimbau menyediakan akomodasi yang nyaman dan terjamin bagi mahasiswa internasional sebagai upaya memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk melalui penawaran pendidikan dan beasiswa.
Selama ini, sudah banyak program beasiswa yang ditawarkan baik dari pemerintah Australia maupun universitas. Bagi kamu yang tertarik mendaftarkan diri, laman resmi pemerintah Australia membagikan sejumlah tips yang bisa membantu meraih impian kuliah di luar negeri. Sebelum memulai proses aplikasi, pastikan kamu sudah memenuhi syarat kelayakan beasiswa dan benar-benar yakin dengan program yang dilamar. Setelah itu, kamu bisa mulai dengan tahapan berikut:
Dalam formulir aplikasi, biasanya kamu diminta menuliskan latar belakang, pengalaman kerja, hingga melampirkan dokumen pendukung seperti sertifikat. Siapkan semua dokumen tersebut dengan rapi agar tidak ada yang terlewat.
Beberapa aplikasi meminta esai atau penjelasan tentang latar belakangmu. Saat menulis, jelaskan bagaimana kamu memenuhi kriteria yang diminta dengan memberikan contoh konkret. Hindari pengulangan yang tidak perlu dan pastikan kalimatmu singkat, jelas, dan mudah dipahami.
Tipsnya, gunakan kalimat pendek, serta manfaatkan sub judul atau poin-poin agar tulisan lebih terstruktur. Yang terpenting, tonjolkan hal unik darimu dibanding pelamar lain, misalnya keterampilan khusus, prestasi, atau bentuk komitmen nyata yang pernah kamu lakukan. Jangan lupa untuk memastikan relevansi dengan tema beasiswa atau kriteria seleksi.
Mulailah surat lamaran dengan memperkenalkan diri dan menjelaskan alasan ketertarikanmu terhadap program beasiswa. Kaitkan dengan kepribadian, nilai, dan tujuan hidupmu.
Kamu juga bisa menunjukkan relevansi antara nilai yang dimiliki program beasiswa dengan nilai yang ada dalam dirimu, atau nilai yang ingin kamu kembangkan. Hal ini bisa jadi motivasi kuat sekaligus memperkuat pernyataan pribadi.
Sebutkan keahlian, penghargaan, maupun pengalaman yang relevan dengan bidang studi serta kriteria beasiswa. Supaya lebih meyakinkan, gunakan contoh konkret tentang bagaimana pengalaman atau prestasi tersebut bisa mendukung tujuan akademikmu. Jangan lupa jelaskan juga bagaimana beasiswa ini dapat membantumu mencapai tujuan karier atau masa depan.
Lakukan proofreading atau baca ulang aplikasi yang sudah kamu isi. Pastikan ejaan dan tata bahasa benar, bisa juga menggunakan aplikasi pemeriksa atau meminta bantuan orang terpercaya, seperti teman, keluarga, atau dosen. Meski ada tenggat waktu, usahakan untuk mengirim aplikasi lebih awal agar terhindar dari risiko keterlambatan. Ingat, ketepatan waktu menunjukkan keseriusanmu.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi.(Red)
