LINGKARPENDIDIDKAN.COM – KOMPAS.com – Jurusan terketat selama SNBP 2025 memiliki prospek kerja yang tinggi. Bahkan, gaji para lulusannya bisa sampai dua digit atau di atas Rp 10 juta. Masa pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 memang masih lama. Atau tepatnya kurang 4,5 bulan lagi bila dibuka pada bulan Januari.
Namun siswa kelas 12 bisa mulai dari sekarang memilih jurusan yang sesuai minat bakatmu. Misalnya memilih jurusan terketat di SNBP. Beberapa jurusan terketat di SNBP ini punya daya saing tinggi, tetapi gajinya bikin senyum para lulusannya.
Apalagi peluang kerjanya tinggi di berbagai perusahaan. Sehingga, daftar jurusan terketat di SNBP ini bisa dijadikan referensi calon mahasiswa saat memilih jurusan kuliah di SNBP 2026 mendatang.
Panitia SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) pada tahun ini membagikan 10 jurusan terketat selama SNBP 2025. Disebut terketat, karena jumlah pendaftar yang tinggi sehingga perlu persaingan yang tinggi juga untuk masuk. Dengan tahu jurusan terketat, maka siswa kelas 12 juga bisa mulai mempersiapkan diri. Misalnya, menambah nilai akademik, prestasi, dan persiapan lain.
Karena SNBP adalah jalur non-tes yang seleksinya berdasarkan nilai rapor, prestasi akademik atau non-akademik, maka masih ada waktu untuk bisa masuk kriteria siswa eligible. Semua jurusan terketat ini merupakan hasil dari pelaksanaan SNBP se-Indonesia. Ini daftarnya.
Jurusan Ilmu Komunikasi menempati urutan pertama jurusan terketat selama SNBP. Pada urutan pertama ada Ilmu Komunikasi di Universitas Negeri Jakarta, dengan keketatan mencapai 1,12 persen. Kemudian, Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia dengan keketatan 1,37 persen.
Berapa gaji lulusan Ilkom? Berdasarkan data yang dirangkum Kompas.com, lulusan Ilmu Komunikasi bisa menjadi public relations, content creator, tim pemasaran. Perusahaan yang merekruit juga dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Kementerian, sampai perusahaan internasional.
Gaji lulusan baru bisa dimulai antara Rp 4-7 juta, dan temtunya di atas UMR. Itu belum bonus serta tunjangan lain.(Red)
