LINGKARPENDIDIKAN.COM – KOMPAS.com – Di dunia, ada populasi anak yang memiliki kecerdasan istimewa atau saat ini sering disebut dengan Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa (CIBI). Kendati demikian, populasi anak-anak CIBI ternyata tidak banyak. Menurut Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia (UI) Rose Mini Agus Salim populasi anak CIBI hanya sebesar 2,2 persen saja. “Dalam penelitian itu hanya ada 2,2 persen dari populasi,” kata Rose kepada Kompas.com, Jumat (10/10/2025). Karena populasinya sedikit tidak jarang orangtua tidak menyadari bahwa anaknya tergolong CIBI sehingga
Bahkan anak-anak tersebut cenderung terlihat aneh dan berbeda dari anak lainnya. Oleh sebab itu, orangtua sebaiknya memperhatikan apakah anak mereka tergolong CIBI atau tidak.
Rose Mini juga mengungkapkan ciri-ciri anak CIBI yang harus diperhatikan oleh orangtua. Berikut ciri-ciri anak CIBI menurut Guru Besar Psikologi UI Rose Mini Agus Salim:
1. Memiliki kemampuan analisis dan berpikir di atas rata-rata anak seusianya Anak CIBI menurut Rose memiliki kemampuan analisis dan kemampuan berpikir di atas rata-rata usianya. Sehingga sering muncul pertanyaan atau pernyataan yang di luar dugaan orangtua.
2. Suka bergaul dengan orang-orang di atas usianya Karena anak CIBI memiliki kemampuan berpikir di atas usianya, maka biasanya anak CIBI lebih suka bergaul dengan orang yang usianya di atas mereka. “Kalau dia punya bakat tertentu Di atas dari rata-rata anak usianya dia biasanya Istimewa bergaul dengan orang yang lebih tinggi usianya daripada dia,” ujarnya. “Karena dia menyamai orang-orang yang di atas dia usianya untuk berkomunikasi,” lanjut dia.
3. Out of The Box Ciri terakhir yang harus diperhatikan orangtua adalah anak CIBI memiliki kemampuan berpikir di luar perkiraan orangtua atau out of the box dan pemikirannya berbeda dari orang lain. “Dan orang kadang-kadang ngelihatin jadi anaknya lemeh Anak yang usil tapi sebetulnya mereka punya pemikiran yang berbeda,” ucap Rose.
Perlu asesmen anak CIBI Kendati demikian, Rose tetap menyarankan agar orangtua melakukan asesmen untuk mengetahui apakah anak tergolong CIBI atau tidak.
Kemudian mulai mengarahkan anak sesuai dengan bakatnya masing-masing sehingga tumbuh kembangnya maksimal.
(Red)
