KARAWANG | lingkarpendidikan.com | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang menggelar apel pagi yang dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada pejabat struktural serta peluncuran logo baru Disdikbud. Senin (5/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Disdikbud Karawang tersebut menjadi momentum awal penguatan kinerja organisasi pasca perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).
Sekretaris Disdikbud Karawang, Irlan Suarlan, menegaskan bahwa perubahan logo tidak boleh dimaknai sebatas pembaruan simbol visual, melainkan harus diiringi dengan perubahan cara kerja dan etos seluruh aparatur.
“Dengan logo baru ini, seluruh pejabat dan pegawai harus memiliki semangat baru. Kita dituntut untuk cepat menyesuaikan diri dengan program-program yang telah disusun Disdikbud di bawah kepemimpinan Kepala Disdikbud, Bapak Wawan Setiawan Natakusumah, demi membawa pendidikan Karawang semakin maju,” ujar Irlan yang sebelumnya menjabat Kabag Kesra.
Menurutnya, perubahan organisasi hanya akan bermakna apabila dibarengi dengan sinergi, adaptasi, serta konsistensi dalam menjalankan kebijakan. Ia menekankan bahwa transformasi kelembagaan harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kebudayaan di Karawang.
“Perubahan ini harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan. Jangan berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata dan hasil yang terukur,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, menegaskan bahwa perubahan SOTK dan identitas institusi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan penegasan arah kebijakan pendidikan daerah ke depan.
“Dengan struktur organisasi yang baru, Disdikbud diarahkan agar lebih kuat dalam perencanaan program, pengawasan mutu pendidikan, serta penguatan kebudayaan lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah,” kata Wawan.
Ia menekankan bahwa fokus utama Disdikbud adalah menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Target kami jelas, kualitas layanan meningkat, sekolah lebih tertata, dan kebijakan pendidikan lebih tepat sasaran. Ini soal output kebijakan, bukan sekadar semangat kerja,” ucapnya.
Wawan juga menyampaikan bahwa langkah pembenahan kelembagaan ini selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Karawang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Disdikbud harus menjadi institusi yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. Jika perubahan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat, insyaallah pembangunan SDM unggul menuju Generasi Indonesia Emas 2045 dapat tercapai,” pungkasnya.
Redaksi
