Karawang – Lingkarpendidikan.com – Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) yang terdiri dari dosen dan mahasiswa telah sukses melaksanakan kegiatan pelatihan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Desain Logo dan Kemasan Ramah Lingkungan serta Pemanfaatan Media Sosial untuk Peningkatan Pemasaran Produk” di Desa Medalsari, Kabupaten Karawang (25 oktober 2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan para petani kopi dalam mengembangkan produk ramah lingkungan yang berkelanjutan dan bernilai jual tinggi.
Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui program Hibah Kompetitif Nasional BIMA – Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan Nomor Kontrak 192/C3/DT.05.00/PM-BATCH II/2024. Dukungan hibah ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendorong peran perguruan tinggi untuk memberdayakan masyarakat desa sekaligus menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
Acara resmi dibuka oleh MC dari pihak mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan tim pengabdian, Bapak Kusnadi, serta Ketua Kelompok Petani Kopi, Bapak Dimyati. Setelah sesi pembukaan, kegiatan inti dimulai dengan materi pelatihan yang disampaikan oleh Ibu Selly Arvinda Rakhman, S.Si., M.Sc. terkait edukasi pembuatan desain logo dan penggunaan kemasan ramah lingkungan, yang bertujuan memperkenalkan alternatif kemasan kopi berupa kertas kraft yang mudah didaur ulang dan terurai di alam. Serta penambahan logo kemasan berupa logo halal maupun Standar Nasional Indonesia (SNI) agar semakin menambah tingkat kepercayaan konsumen dan dapat menjangkau pasar yang lebih besar dengan adanya legalitas hingga tingkat nasional. Materi pelatihan berikutnya disampaikan oleh Bapak Nurul Amri Komarudin, S.Si., M.Si. yang membahas teknik pemanfaatan digital marketing untuk pemasaran produk, yang diharapkan dapat membantu petani kopi memahami dan mengaplikasikan penggunaan media sosial maupun marketplace seperti Whatsapp, facebook maupun instagram berbasis bisnis guna memperluas jangkauan pasar secara daring.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi tanya jawab dan praktik langsung mengemas kopi menggunakan kemasan ramah lingkungan. Dalam sesi ini, petani diberi kesempatan untuk mencoba langsung proses pengemasan dengan bimbingan tim pengabdian. Selanjutnya dilakukan kegiatan penyerahan beberapa alat pendukung produksi kopi seperti alat roasting kopi, timbangan, sejumlah kemasan produk yang ramah lingkungan beserta logo kemasan produk. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara tim pengabdian dan kelompok petani kopi sebagai simbol kerja sama dan komitmen bersama dalam mengembangkan produk kopi lokal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para petani kopi Desa Medalsari dapat terus meningkatkan kualitas produk kopi mereka melalui penggunaan kemasan produk yang lebih ramah lingkungan dan penambahan logo yang menyatakan legalitas hingga skala nasional. Selanjutnya diharapkan pula para petani mampu mengadopsi praktik bisnis berkelanjutan dan berbasis teknologi digital melalui media sosial maupun marketplace yang ada agar dapat menjangkau target pasar yang lebih luas secara cepat dan efisien serta dapat meningkatkan penjualan produk Kopi Purnama yang diharapkan bisa memasuki pasar nasional bahkan mungkin hingga internasional. Sehingga produk tersebut dapat bersaing dengan kopi dari negara lain karena memiliki kualitas yang unggul pula. Selain itu juga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi petani kopi itu sendiri.
