KARAWANG | lingkarpendidikan.com | Warga Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang merugi puluhan juta akibat ternak domba miliknya mati mendadak secara berturut-turut.
Belum diketahui penyebab matinya ternak domba milik warga, namun dari keterangan salah satu peternak domba di Desa Dewisari, Emad menjelaskan, domba miliknya mati mendadak adapun gejalanya tidak mau makan rumput, buang kotoran cair, lemas dan bulunya rontok.
“Gejalanya sakit mencret, lemes dan bulunya rontok,” kata Emad kepada wartawan, Jumat (20/02/25).
Iapun menjelaskan dalam bulan bulan ini sudah 12 ekor domba miliknya mati mendadak dan ditambah lagi milik peternak lain yang ada di lingkungannya hampir 30 ekor domba mati dalam bulan ini
“Domba milik saya ada 12, kalau dengan yang lainnya sekitar 30 domba mati dalam bulan-bulan ini,” jelasnya.
Namun hasil dari tim dokter hewan dari dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, melalui kepala bidang
Peternakan dr Nani mejelaskan bahwa matinya domba milik warga salah satu penyebab yaitu faktor cuaca yang
“Domba yang mati diakibatkan faktor dari gangguan saluran pencernaan dalam hal ini faktor cuaca yang kurang mendukung, hujan yang terus menerus, sementara domba ini diabur,” kata Kepala Bidang peternakan.
“Jadi kesehatan domba itu sangat dipengaruhi oleh manajemen pakan dan manajemen pemeliharaan. Manajemen pemeliharaan salahsatunya manajemen kandang. Disini kandangnya tidak dibersihkan,” pungkasnya
Guna meminimalisir matinya domba, Dinas pertanian, ketahanan pangan dan peternakan kabupaten Karawang melakukan penyuntikan dan pemberian obat terhadap domba yang terindikasi sakit
(Dmn)
