LINGKARPENDIDIKAN.COM – KOMPAS.com – Presiden Prabowo Subianto ingin mengirim banyak mahasiswa Indonesia untuk belajar Ilmu Kedokteran dan Kedokteran Gigi ke Selandia Baru. Hal ini dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan dokter umum dan dokter gigi di dalam negeri. Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Christopher Luxon di sela-sela kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10/2025).
“Mau kerja sama di bidang pertanian, pendidikan. Kita ingin juga kirim lebih banyak mahasiswa untuk belajar kedokteran dan kedokteran gigi. Kita sangat butuh dokter dan dokter gigi,” kata Prabowo melalui video Sekretariat Presiden usai pertemuan, dilansir Antara, Selasa (4/11/2025).
Datangkan guru dari Selandia untuk mengajar bahasa Inggris Kata Presiden, sudah banyak kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan Selandia Baru. Di antaranya di bidang pertanian dan pendidikan
Ia sempat menuturkan ingin mendatangkan banyak guru dari Selandia Baru untuk mengajar bahasa Inggris. Presiden Prabowo juga membahas peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara dengan PM Luxon.
Soal kekurangan dokter di Indonesia tersebut sebelumnya sudah pernah disampaikan Prabowo. Pada Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun kepemimpinannya, ia menjelaskan bahwa Indonesia kekurangan lebih dari 140 ribu dokter.
“Kita tahu dokter umum saja kita kekurangan, kekurangan kita sangat besar. Kalau tidak salah kekurangan kita di atas 140 ribu dokter, kita kekurangan di atas 140 ribu dokter. Kita juga kekurangan (dokter) spesialis, juga ribuan spesialis yang kita kurang. Ini PR,” kata Prabowo pada Senin (20/10/2025).
Perkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Selandia Baru Setahun lalu Prabowo bertemu dengan PM Selandia Baru di sela-sela kunjungan kerja pada KTT APEC 2024 di Peru pada 15 November 2024. Saat itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Selandia Baru.
Prabowo menyebut Selandia Baru sebagai sahabat sekaligus mitra strategis Indonesia.(Red)
