LINGKARPENDIDIKAN.COM – KOMPAS.com – Banyak anak muda Indonesia yang tertarik bekerja di luar negeri, termasuk di Jerman, negara dengan sistem kerja yang disiplin, stabilitas ekonomi kuat, dan keseimbangan hidup yang tinggi. Namun, perlu diingat bahwa bekerja di luar negeri harus melalui jalur legal agar aman, diakui secara hukum, dan tidak berisiko deportasi. Di media sosial sempat ramai mengenai pekerja sampah di Jerman yang digaji tinggi.
Faktanya, dilansir dari laman resmi Federal Employment Agency, Jumat (24/10/2025), pekerjaan umum seperti petugas kebersihan, pekerja dapur, hingga teknisi pemeliharaan di Jerman bisa memperoleh gaji sekitar €2.000–€3.000 per bulan, atau setara Rp34–51 juta (sekitar Rp 38 juta – Rp 57 juta). Gaji tersebut bahkan bisa lebih tinggi tergantung wilayah dan pengalaman kerja.
Nah, bagi yang ingin meniti karier ke Jerman dengan jalur yang resmi dan terbuka untuk WNI, berikut lima program populer dan legal yang bisa kamu ikuti.
1. Ausbildung (Program Vokasi Jerman) Ausbildung adalah program pelatihan vokasi resmi di Jerman yang menggabungkan teori di sekolah dengan praktik langsung di perusahaan. Peserta bisa bekerja sambil belajar dan mendapatkan penghasilan bulanan.
Dilansir dari GoAusbildung.com, peserta Ausbildung umumnya memperoleh gaji antara €900–€1.300 per bulan (Rp 17 – 25 juta).
Bidang pelatihannya beragam, seperti teknik, perhotelan, kesehatan, hingga otomotif. Syarat utamanya
yaitu: Lulusan SMA/SMK Sertifikat bahasa Jerman minimal level B1 Usia 17–25 tahun Durasi program ini berlangsung selama 2–3 tahun, dan setelah lulus peserta berpeluang besar langsung bekerja di Jerman.
2. Chancenkarte (Visa Pencari Kerja Jerman) Chancenkarte atau Opportunity Card merupakan jenis visa baru yang diluncurkan pemerintah Jerman bagi warga non-Uni Eropa untuk mencari pekerjaan atau pelatihan di Jerman hingga satu tahun.
Menurut laman resmi Chancenkarte.com, visa ini memberikan waktu tinggal hingga 12 bulan bagi pemegangnya untuk mencari pekerjaan legal.
Jika berhasil mendapatkan kontrak kerja, pemegang visa dapat mengubah status menjadi izin kerja jangka panjang. Syarat utama: Minimal lulusan D3 Sertifikat bahasa Jerman minimal A1 Bukti kemampuan finansial selama masa pencarian kerja
3. Aupair (Pertukaran Budaya dan Kerja Keluarga Host) Program Aupair memungkinkan peserta tinggal bersama keluarga angkat (host family) di Jerman sambil membantu kegiatan rumah tangga dan menjaga anak.
Dilansir dari laman International Aupair Association, peserta menerima uang saku €280–€350 per bulan (Rp 5 – 6 juta), akomodasi, dan makan gratis.
Program ini bertujuan memperkenalkan budaya Jerman kepada peserta muda dari luar negeri. Syarat utama: Usia 17–26 tahun Belum menikah dan tidak memiliki anak Sertifikat bahasa Jerman minimal A2 Durasi program: 6 bulan – 1 tahun.(Red)
