LINGKARPENDIDIKAN.COM – KOMPAS.com – Sekolah kedinasan yang mudah masuknya perlu diketahui siswa kelas 12 SMA/SMK yang tahun dengan ingin melanjutkan pendidikan. Sekolah kedinasan biasanya dikelola kementerian atau badan milik pemerintah. Biasanya sekolah kedinasan memberikan keuntungan seperti kuliah gratis dan bisa langsung menjadi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di kementerian atau badan yang menaungi sekolah kedinasan tersebut.
Di Indonesia terdapat delapan kementerian dan lembaga yang membuka pendaftaran secara serentak melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN). Memangnya ada sekolah kedinasan yang mudah masuknya? Perlu diketahui, masing-masing sekolah kedinasan mempunyai syarat dan ketentuan yang berbeda-beda. Mulai
Tapi ada beberapa sekolah kedinasan yang memiliki persyaratan sedikit longgar. Sehingga bisa dikatakan mudah masuknya jika dibandingkan dengan persyaratan sekolah kedinasan lainnya.
Mana saja sekolah kedinasan yang mudah masuknya? Berikut sekolah kedinasan yang mudah masuknya dilansir dari Kompas.com, Selasa (7/10/2025).
Sekolah kedinasan yang mudah masuknya Berikut rincian 7 sekolah kedinasan yang mudah masuknya karena persyaratannya sedikit lebih longgar dibandingkan sekolah kedinasan lainnya:
A. Sekolah kedinasan tanpa syarat tinggi badan
1. PKN STAN Sekolah kedinasan di bawah Kementerian Keuangan ini tidak mencantumkan syarat tinggi badan minimum dalam persyaratan pendaftarannya. Selain itu, tidak ada persyaratan ketat mengenai kerapian gigi saat mendaftar PKN STAN. Misalnya, tidak boleh pakai behel atau gigi harus rata. Namun kesehatan gigi secara umum tetap diperiksa saat tes kesehatan. Ada persyaratan lain seperti sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, tidak bertato, dan tidak bertindik (dengan pengecualian adat/agama).
2. Politeknik Statistika STIS Sekolah kedinasan di bawah Badan Pusat Statistik (BPS) ini juga tidak mensyaratkan tinggi badan minimum. Persyaratan kesehatannya meliputi sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, serta bebas narkoba. Untuk kondisi mata, masih ada toleransi bagi yang memiliki minus atau plus di bawah 6 dioptri.
B. Kerapian gigi bukan jadi penentu utama Terkait kerapian gigi dan kesehatan gigi, banyak sekolah kedinasan tidak menjelaskan secara gamblang hal tersebut dalam persyaratannya Seperti Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) juga tidak memberikan syarat soal kerapian gigi, termasuk bolah pakai behel atau tidak.
(Red)
