LINGKARPENDIDIKAN.COM – KOMPAS.com — Tumbuh dari keluarga sederhana tak menghalangi Mohamad Hilmi untuk terus menempuh pendidikan. Hilmi nyaris tidak bisa kuliah karena perekonomian keluarganya terbatas. Ayahnya yang tidak bekerja karena sakit dan ibunya yang bekerja sebagai tukang potong rambut, Hilmi bertekad untuk tidak membebankan biaya kuliah ke orangtuanya. Walau begitu, ia berhasil menggapai nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi dalam wisuda ke-132 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). IPK yang diraih sebesar 3,90 dan menjadikannya sebagai wisudawan Bidikmisi Terbaik. Hilmi sendiri adalah mahasiswa dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi (DTMM) ITS .
Meraih beasiswa untuk lanjut kuliah Putra dari pasangan Amin As’ad dan Sukiti tersebut menyampaikan bahwa kondisi ekonomi keluarganya menjadi motivasi untuk mendaftar beasiswa Beasiswa Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi).
“Impian yang ingin saya capai adalah bekerja di industri metalurgi,” tuturnya dilansir dari laman ITS, Selasa (30/9/2025). Ia mengaku bahwa keahlian yang ia minati sejak SMA ada di bidang elektro. Ia sempat merasa tidak percaya diri ketika akan masuk ke Departemen Teknik Elektro ITS. Oleh karena itu, dengan kemampuannya di bidang Kimia dan Fisika, mendorongnya untuk masuk ke DTMM ITS.
Meskipun melenceng dari minat awal, ia berusaha untuk memahami materi secara otodidak agar setara dengan teman-temannya yang lain. Selama kuliah, ia juga aktif. Mengawali keaktifannya, pada semester 3 ia pernah menjadi Sekretaris Generasi Integralistik (Gerigi) ITS. Ia juga pernah menjadi Project Officer Basic Media Schooling (BMS) di Himpunan Mahasiswa Teknik Material dan Metalurgi (HMMT) ITS. “Selama kuliah saya lebih aktif di bidang manajerial daripada saintifik,” ungkapnya.
Sempat kewalahan karena aktif berorganisasi Bertambahnya angka semester, semakin membuat beban yang dipikul bertambah. Hal tersebut juga berlaku pada Hilmi. Ia mengaku sempat kewalahan ketika menjadi staf media informasi HMMT ITS yang bertugas menyampaikan informasi eksternal dan internal departemen. Akan tetapi, wisudawan kelahiran Jombang tersebut tetap menjadikan akademik sebagai prioritas. “Setelah tugas atau proyek kuliah selesai, kemudian lanjut menyelesaikan tanggungan media informasi HMMT ITS,” terangnya.
(Red)
