LINGKARPENDIDIKAN.COM – KOMPAS.com – Sebanyak 100 pelajar SMA/SMK di Jawa Tengah mendapatkan beasiswa kuliah ke Korea Selatan. Sambil kuliah para pelajar tersebut juga dapat bekerja di Negeri Ginseng. Beasiswa ini diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Universitas Seowon di Korea Selatan yang menjalin kerja sama di bidang pendidikan. Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno menerima kunjungan delegasi Universitas Seowon di Kantor Gubernur Jateng pada Selasa, (26/7/2025). Sumarno mengatakan, kerja sama antara Pemprov Jateng dan Korea Selatan sudah terjalin sejak 2024, melalui hubungan dengan Provinsi Chungcheongbuk-do.
“Terima kasih atas kerja sama yang sudah berjalan baik selama ini. Kehadiran Bapak Ibu dari Universitas Seowon, menjadi potensi besar yang harus kita optimalkan, termasuk membicarakan peluang beasiswa. Mudah-mudahan bisa makin akseleratif untuk mengirim anak-anak Jateng ke Korea,” ujar Sumarno, dilansir situs resmi Pemprov Jateng, Kamis (28/8/2025).
Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Seowon, Lee Young Eun mengatakan, pihaknya menyiapkan jalur khusus bagi 100 mahasiswa Jateng yang lolos seleksi. Penerima beasiswa wajib memiliki Kemampuan Bahasa Korea pada level 3. Kalaupun kemampuan berbahasa mereka masih kurang, akan diadakan penguatan di kampus sebelum mengikuti perkuliahan secara reguler. “Kami akan mendampingi penuh, bahkan ada program konseling dan pemilihan jurusan sesuai minat,” kata Lee.
Seleksi beasiswa masih berjalan Lee menambahkan, pihaknya membawa surat resmi dari Gubernur Chungcheongbuk-do untuk Sumarno sebagai bentuk apresiasi kerja sama. Wakil Rektor Universitas Seowon, Cheon Heung Soo yang turut hadir mengaku optimistis dengan semangat siswa-siswi Jateng. “Ketika kami mengunjungi SMK Jateng, kami melihat masa depan Indonesia. Anak-anak di sini penuh semangat, kami tidak khawatir sama sekali,” ujar Cheon. Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Syamsudin, seleksi beasiswa ini masih berjalan. Dari 1.825 pendaftar, tersisa 100 peserta yang lolos tahap akhir. Sebelum berangkat mereka akan mengikuti pelatihan bahasa Korea selama tiga bulan di SMK di Jateng.
Biaya pendidikan dan visa akan ditanggung dalam program ini. “Proses sesuai jadwal, dan September nanti peserta mulai latihan intensif. Dari 100 anak ini bisa mengerucut lagi. Tapi jalurnya sudah jelas,” jelas Syamsudin. Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa
ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi.(Red)
