LINGKARPENDIDIKAN.COM – KOMPAS.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa ilmu coding memerlukan pula kemampuan berpikir analitis dan memecahkan masalah.
Dua kemampuan ini ialah bagian dari soft skill yang memungkinkan seseorang melakukan transformasi dan melakukan berbagai macam improvisasi dan kreativitas yang berbasis teknologi.
“Coding bukanya sekadar hanya teknologi. Tetapi juga tentang kemampuan kita menggunakan pemikiran logis dan analitis serta pemikiran kritis dan kreativitas sebagai bagian dari kompetensi kita,” kata Mendikdasmen dalam acara peluncuran nasional Program UOB My Digital Space bersama Ruangguru di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2025) “Kompetensi ini benar-benar sangat penting untuk keberlanjutan masa depan kita,” lanjut Abdul Mu’ti.
Mulai semester Ganjil 2025 Kemendikdasmen menetapkan coding dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai mata pelajaran pilihan dari kelas 5 SD, SMP, hingga SMA. Lebih lanjut, ia berharap program kolaborasi ini berjalan lancar dan membantu mencerdaskan kehidupan baru.
Lebih lanjut ia mengharapkan program ini dapat menjadi bagian dari upaya pihaknya untuk memberikan layanan pendidikan yang bermutu bagi semua. Ia sempat menyinggung kembali data dari World Economic Foeum pada April 2025, yang menyebut ada 10 kemampuan yang sangat diperlukan dan sangat diminati dunia udara tahun 2030. “Yang disebut sebagai skill yang sangat diperlukan nomor 1 itu adalah kemampuan AI dan deep dive” ujar Mendikdasmen.
“Terutama adalah teknologi canggih, teknologi masa kini yang fondasinya ada pada penguatan STEM. Science, Technology, Engineering, and Math,” ucap Abdul Mu’ti. Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi.
Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via(Red)
