LINGKARPENDIDIKAN.COM – KOMPAS.com – Generasi muda saat ini tengah dipersiapkan melalui sistem pendidikan untuk memasuki dunia kerja di masa depan. Namun, dinamika pasar tenaga kerja kerap membuat pendidikan yang ada menjadi kurang relevan akibat perubahan yang terjadi begitu cepat. Menurut The Future of Jobs Report 2025, pada 2030 diperkirakan akan terjadi pergeseran besar dalam lapangan kerja global. Laporan tersebut menyebutkan, penciptaan lapangan kerja baru dan hilangnya pekerjaan. Besarannya diperkirakan akan menambah 170 juta lapangan kerja baru, tetapi sekaligus menghilangkan 92 juta pekerjaan yang ada.
Artinya, tidak semua keterampilan dan profesi yang kini dikejar akan tetap relevan di masa mendatang.
Pendidikan saat ini menyiapkan generasi muda untuk menghadapi jenis pekerjaan yang bahkan belum pernah ada sebelumnya. “UNESCO dan OECD memperingatkan bahwa banyak pekerjaan yang akan digeluti siswa satu dekade dari sekarang sebenarnya belum tercipta. Inilah salah satu ketidakselarasan terbesar dalam pendidikan saat ini: kita mempersiapkan siswa untuk masa depan yang belum dapat diprediksi,” tulis World Economic Forum, dikutip Senin (18/8/2025).
Sejak beberapa dekade lalu, berbagai tokoh dunia sudah menekankan pentingnya keterampilan di bidang teknologi, komputer, atau singkatnya artificial intelligence (AI). Sejak mulai diperkenalkan, bidang ini memicu lonjakan jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di bidang ilmu komputer. Pemicunya antara lain prospek kerja atau gaji yang besar karena peminatannya akan tinggi. Dilansir dari Computing Research Association, jumlah mahasiswa S1 Ilmu Komputer di Amerika Serikat meningkat dua kali lipat dari 2014 hingga 2024. Fakta ini menunjukkan bagaimana generasi muda berusaha mempersiapkan diri menghadapi era teknologi AI.
Di tengah meningkatnya pekerjaan di bidang teknologi dan komputer, tren ini bisa jadi tidak bertahan lama. Beberapa pekerjaan sederhana, bahkan dalam bidang coding, mulai diambil alih oleh AI. Dalam laporan World Economic Forum, disebutkan bahwa robot dan sistem otomatis diperkirakan akan mengubah 58 persen bisnis perusahaan. Sebagian besar perusahaan pun yakin bahwa AI dan teknologi akan mengubah bisnis mereka sebelum 2030.
Fenomena ini sudah terlihat jelas dari langkah sejumlah perusahaan besar seperti Google, Microsoft, Amazon, Intel, dan Meta, yang mulai memanfaatkan AI untuk mengerjakan coding, hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebagian tenaga kerjanya.
Bahkan, beberapa lulusan perguruan tinggi di AS mengaku sulit mendapatkan pekerjaan usai mendapatkan gelar ilmu komputer.(Red)
